Langsung ke konten utama

Drama Live Action from anime “Kochi Kame”

In 2009, one of Japan’s longest-running manga, “Kochira Katsushika-ku Kameari Koen-mae Hashutsujo” - also known as Kochi Kame- was made into a live-action drama, which starred SMAP’s Katori Shingo. The series will get another adaptation, but this time, it’s in the form of a live action film, and Katori will reprise the lead role of Kankichi Ryotsu (aka “Ryo-san”).

The upcoming film is called “Kochira Katsushika-ku Kameari Koen-mae Hashutsujo THE MOVIE ~ Kachidoki Bashi wo Fuusa seyo~ (~Seal the Kachidoki Bridge~)”, which is a play on the title of Japan’s best-selling live-action movie of all time, “Odoru Daisousasen THE MOVIE 2 ~ Rainbow Bridge wo Fuusa seyo~ (~Seal the Rainbow Bridge~)”.

The movie logo for "Kochi Kame" (left) is a parody of the movie logo for "Odoru Daisousasen 2" (right)

The film will be distributed by the movie studio Shochiku, who is responsible for the hit movie series, “Otoko wa Tsurai Yo” and “Tsuribaka Nikki”. Sources reveal that it is very possible that “Kochi Kame” will also spawn a movie franchise.

As for the cast, Katori will be joined by popular actors Fukada Kyoko, Tanimura Shosuke, and Sawamura Ikki. The filming process, which is currently on-going, will end in late March, with the movie release planned for this summer.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Takeshi Hosomi (ELLEGARDEN) Interview in US (2006)

"Thank you so much guy, america has been so great, and we are having a fantastic time here, really, thank you so much!" Takeshi said, waving--and it wasn't the usual rehearsed, typical lead singer chater. It was honest, from the heart, and off the cuff. Takeshi comes off as the nicest guy in j-rock, onstage and off. The whole band came out afterward and spent the whole night chatting with fans, with a 6am flight to new york looming, Nice! Less than an hour after bringing the house down for the first time in north america at SXSW 2006, and with a new CD just out and a nine-city tour on the horizon, Ellegarden's Takeshi Hosomi found a not-too-noisy corner of Austin's Japanese-occupied Brush Square Park and talked about marriage, money, and why TV sucks with purple SKY's Go Wells: Go Wells: So this is your first gig in america; how are you enjoying it? Takeshi Hosomi: You know, we are now making kinda big sales back in japan, and we're well known. All...

君たちはどう生きるか  (How Do You Live?)

Sinopsis Pada tahun 1943 selama Perang Pasifik, ibu Mahito Maki yang berusia 12 tahun, Hisako, terbunuh dalam sebuah serangan udara di Tokyo. Ayah Mahito, yang memiliki pabrik amunisi udara, menikah lagi dengan adik perempuan mendiang istrinya, Natsuko, dan mereka mengungsi ke tanah miliknya di pedesaan di mana mereka tinggal bersama beberapa pembantu tua. Mahito berjuang di kota baru, karena dia tidak cocok di sekolah dan mengalami hubungan yang tegang dengan Natsuko, yang sekarang hamil. Mahito juga bertemu dengan bangau abu-abu misterius di perkebunan yang sering mengganggunya. Setelah pulang ke rumah pada suatu hari dari perkelahian dengan anak-anak sekolah lainnya, Mahito sengaja melukai dirinya sendiri dengan memukul kepalanya sendiri dengan batu untuk membuat dirinya tampak sebagai korban. Saat memulihkan diri dari lukanya di perkebunan, Mahito menemukan salinan novel How Do You Live? dengan tulisan tangan ibunya di dalamnya, yang dimaksudkan sebagai hadiah untuknya saat dia dew...

PERSIAPAN SEORANG (CALON) DUBBER

Oleh: Agus Nurhasan DUBBING dan DUBBER Dubbing dalam bahasa Indonesia adalah sulih suara yaitu mengisi suara peran di film atau mengganti suara asli film itu dari bahasa asing ke bahasa Indonesia. Sedangkan dubber dalam bahasa Indonesia adalah Penyulih Suara/ Pengisi Suara. Jadi dubbing adalah proses pengisian suara sedangkan dubber adalah pelaku atau orang yang mengisi suara. Dubbing atau pengisian suara  terbagi dalam 4 jenis yaitu:  1. Dubbing film layar lebar (bioskop) lokal. 2. Dubbing Sandiwara Radio misalnya Serial Saur Sepuh yang dulu begitu fenomenal. 3. Dubbing iklan 4. Dubbing film asing. Di Indonesia dubbing (pengisian suara) film mulai ada seiring saat pertama kali Indonesia memproduksi film layar lebar (bioskop) sementara dubbing iklan pertama kali saat dulu di awal-awal berdirinya TVRI mulai menayangkan iklan di sela-sela acaranya. Sedangkan untuk film asing dubbing pertama kali di era 1980-an saat TVRI menayangkan serial Jepang “Rin” yang kemudian disu...